Minggu, 24 April 2016
SEJARAH KEPALANG MERAHAN
Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI selalu berpegang teguh pada tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan sabit merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan. Sampai saat ini PMI telah berada di 33 PMI Daerah (tingkat provinsi) dan sekitar 408 PMI Cabang (tingkat kota/kabupaten) di seluruh Indonesia.
Palang Merah Indonesia tidak berpihak pada golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. Palang Merah Indonesia dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan objek korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.
Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebetulnya sudah dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873.Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indië (NERKAI) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.
Perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali 1932. Kegiatan tersebut dipelopori Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan dengan membuat rancangan pembentukan PMI. Rancangan tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia, dan diajukan ke dalam Sidang Konferensi Narkei pada 1940, akan tetapi ditolak mentah-mentah.
Rancangan tersebut disimpan menunggu saat yang tepat. Seperti tak kenal menyerah pada saat pendudukan Jepang mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk yang kedua kalinya rancangan tersebut kembali disimpan.
ASMAUL HUSNA (NAMA - NAMA YANG BAIK BAGI ALLAH)
Allah berfirman, “Dia telah mengajari Adam seluruh nama” (Al –Baqarah [2]: 31) dan “Milik Allahlah nama – nama yang indah, dan mohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama – nama tersebut” (Al – A`raaf [7]: 180)
Keutamaan dan manfaat dari Nama – Nama Allah (Asmaul Husna) telah banyak dirasakan oleh banyak orang. Oleh sebab itu saya mencoba merangkum dari beberapa buku yang membahas keutamaan dan manfaat dari Asmaul Husna tersebut. Mudah – mudahan bermanfaat bagi kita semua. Amiin....
ALLAAH....
IMAN KEPADA QADA DAN QADAR
Bila kamu mengamati orang-orang
dan teman-teman di sekelilingmu, maka akan terlihat bahwa Allah SWT
telah menciptakan setiap manusia dalam keadaan yang tidak sama antara
yang satu dengan yang lain. Ada yang laki-laki dan ada pula yang
perempuan, ada yang tampan dan ada yang kurang tampan, ada yang cantik
dan ada pula yang kurang cantik. Ada yang berambut pirang, berambut
hitam, ada yang berambut lurus, dan ada pula yang keriting. Ada yang
berkulit putih, sawo matang, dan ada yang berkulit hitam. Ada sangat
cerdas dan ada pula orang yang idiot. Seseorang tidak pernah meminta
dilahirkan untuk menjadi bangsa Indonesia, bangsa Malaysia, Cina, Arab,
Amerika, atau bangsa manapun. Semua itu merupakan ketetapan penciptaan
Allah SWT yang sering kita sebut dengan takdir.
A. Ciri Beriman Kepada Qadha dan Qadar.
PERISTIWA ISRA' MI'RAJ
- Pengertian Isra’ Mi’raj
Isra Mi’raj adalah dua bagian dari perjalanan yang
dilakukan oleh Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini
merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada
peristiwa ini Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan
shalat lima waktu sehari semalam.
Isra Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah
sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi dan
mayoritas ulama, Isra Mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah,
yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra
Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang
populer. Namun demikian, Syaikh
Shafiyurrahman al-Mubarakfuri menolak
pendapat tersebut dengan alasan karena Khadijah radhiyallahu anha
meninggal pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan setelah
bulan Rajab. Dan saat itu belum ada kewajiban salat lima waktu.
Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra
Mi’raj. Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak
diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra Mi’raj.
PERBUATAN YANG MENDAPATKAN PAHALA YANG BESAR
1.Mendoakan orang lain mendapatkan pahala sebanyak
orang yang di doakan.
Melakukan amalan tanpa melakukannya dengan susah payah tapi mendapatkan pahala besar adalah hal yang sangat mustahil.Mendapatkan pahala besar tanpa mengeluarkan biaya,keringat dan tenaga.Salah satu amalan yang dapat dilaksanakan adalah mendoakan orang lain
“Barang siapa yang mendoakan mu’min laki-laki atu pun perempuan niscaya alloh akan member pahala kebaikan dari setiap mu’min laki-laki dan perempuan yang didoakannya.” (HR.al-Thabrani dan di anggap hasan oleh Albani)
Maka perbanyaklah mendoakan orang lain dalam kebaikan dan ketaqwaan.Dan janganlah kalian mendoakan mereka dalam keburukan ,suatu hal yang tak mungkin terjadi, memutus silaturahmi, dan mendoakan orang kafir agar di ampuni,tetapi boleh lah kalian berdoa agar ia di beri hidayah untuk masuk ke dalam islam.Salah satu doa yang mungkin biasa dipraktekan:
“Ya alloh, ampunilah dosa orang-orang muslim baik
laki-laki maupun wanita, baik yang masih
hidup,atau yang telah meninggal dunia.dengan rahmat Mu Ya Alloh yang maha pengasih dan maha
penyayang.”
DOSA WANITA YANG PALING DI BENCI ALLAH SWT
Setiap muslimah tentu sangat
mengharapkan kehidupan yang bahagia dan mulia, baik di dunia terlebih
lagi kehidupan di akhirat yang abadi. Untuk mendapatkan kebahagiaan dan
kemuliaan tersebut, seorang muslimah harus memenuhi beberapa
persyaratan, dan syarat yang paling utama adalah agar selalu menghiasi
kehidupan di dunia dengan senantiasa melakukan amal kebajikan serta
sekuat mungkin menghindarkan diri dari perbuatan dosa dan kemaksiatan.
Untuk menghindarkan diri dari dosa,
tentu langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui
perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan dosa, karena banyak orang
yang merasa tidak terjebak dalam dosa padahal sejatinya ia sedang
melakukannya. Hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan mereka tentang dosa
tersebut, sehingga mereka terus-menerus melakukannya setiap hari.
Dosa adalah perbuatan melanggar perintah
Allah dan mengerjakan larangan Allah, padahal perintah dan larangan
Allah sudah sangat jelas dicantumkan dalam Al-Qur’an dan Hadis. Untuk
mengetahui sebuah perbuatan termasuk dosa atau tidak, Rasulullah
memberikan ciri-cirinya, seperti tercantum dalam hadis berikut :
حَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ
الْأَيْلِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي
مُعَاوِيَةُ يَعْنِي ابْنَ صَالِحٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ
بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ نَوَّاسِ بْنِ سِمْعَانَ قَالَ أَقَمْتُ
مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَدِينَةِ
سَنَةً مَا يَمْنَعُنِي مِنْ الْهِجْرَةِ إِلَّا الْمَسْأَلَةُ كَانَ
أَحَدُنَا إِذَا هَاجَرَ لَمْ يَسْأَلْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ شَيْءٍ قَالَ فَسَأَلْتُهُ عَنْ الْبِرِّ
وَالْإِثْمِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ
أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ
Kamis, 21 April 2016
KEUTAMAAN SURAH AR-RAHMAN
Surah Ar-Rahman adalah surah ke-55 dalam al-Qur'an. Surah ini
tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat. Dinamakan Ar-Rahmaan
yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat
pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman adalah salah satu dari
nama-nama Allah. Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan
Allah. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat
yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.
Surat Ar Rahman adalah salah satu surat dari 114 surat dalam Al Qur'an. Entah mengapa, tanpa mengesampingkan surat lain dalam Al Qur'an, surat ini menyita perhatian saya. Surat ini memiliki kata yang begitu indah dan mengalir berirama. Dan tanpa terasa air mata menetes, satu ,demi satu
Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan nikmat Allah yang diberikan kepada manusia.
Surat Ar Rahman adalah salah satu surat dari 114 surat dalam Al Qur'an. Entah mengapa, tanpa mengesampingkan surat lain dalam Al Qur'an, surat ini menyita perhatian saya. Surat ini memiliki kata yang begitu indah dan mengalir berirama. Dan tanpa terasa air mata menetes, satu ,demi satu
Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan nikmat Allah yang diberikan kepada manusia.
Langganan:
Postingan (Atom)